Women are climate leaders, carers, and knowledge holders. ASEAN and Malaysia commit to Women, Peace and Security. Sarawak indigenous women hold vital knowledge. Global examples show women-led adaptation works. Include women in planning, funding, and decisions for safer, stronger communities.
Sarawak has achieved significant milestones, including the historic 2022 constitutional amendment and exceeding renewable energy targets, positioning itself as ASEAN's "Battery." However, this progress is juxtaposed against ongoing challenges like rural water access and unresolved Native Customary Rights (NCR) land disputes, requiring continued negotiation alongside implementation.
Wanita memainkan peranan yang tidak tergantikan sebagai guru, pensyarah dan mentor dalam membentuk generasi pemimpin masa depan. Mereka bukan sahaja menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi secara fundamental mempengaruhi sistem nilai, karakter dan kepimpinan pelajar melalui pendekatan pendidikan yang berasaskan empati, profesionalisme dan kepimpinan yang berwibawa.
Perubahan iklim adalah isu global yang semakin kritikal dan mendesak semua pihak mengambil tindakan untuk menangani kesannya terhadap manusia dan ekosistem.
The biennial ASEAN Microbial Biotechnology Conference returns for its third edition this year in Kuching, Sarawak, Malaysia, following the first in Thailand (2014) and...